Membaca buku Hidup Damai tanpa Berpikir Berlebihan membuat saya berpikir ulang tentang kepercayaan diri.
Selama ini kita didengungkan melalui berbagai sosial media, iklan, motivasi dan masih banyak lagi betapa pentingnya rasa percaya diri. Saking pentingnya, kelas-kelas untuk meningkatkan rasa percaya diri pun diadakan. Motivator-motivator di YouTube bermunculan dengan konten meningkatkan rasa percaya diri.
Peminatnya sungguh banyak. Saya pun juga mengikuti kelas dan konten-konten video dari para motivator yang menurut saya sangat menginspirasi.
Tidak hanya itu, saya pun juga memperhatikan orang-orang sekitar yang memiliki rasa percaya diri tinggi. Saya mengaguminya dan mempelajari cara menjadi pribadi yang percaya diri.
Manfaat menjadi percaya diri tentunya sangat banyak, peluang untuk mendapatkan kenaikan jabatan, prospek mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, atau bisnis yang berkembang menjadi sangat terbuka. Menjadi percaya diri, juga menjadikan diri mengetahui apa sih yang menjadikan diri kita tuh otentik. Apalagi dimasa sekarang, masa yang membutuhkan keotentikan kita menonjol.
Tapi, ah, dasarnya saya rendah diri, rasa percaya diri seringkali surut tatkala bertemu dengan masalah, misal performa saya kurang mendapatkan respon ataupun apresiasi tidak didapat dari orang sekitar. Butuh para motivator lagi untuk membangkitkan lagi rasa percaya diri yang lagi nge-drop.
Sulit sekali menjadikan rasa percaya diri sebagai bagian dari karakter saya. Kamu juga merasakannya gak?
Menerima diri....
Menerima kekurangan dan kelebihan kita.
Sebenarnya konsepnya hampir sama saja dengan percaya diri. Namun ketika saya menerima diri saya dengan segala kelebihan dan kekurangannya, saya mulai bersahabat dengan diri saya.
Saya belajar bagaimana saya fokus pada kelebihan saya, namun tidak membuang kekurangan diri. Saya terima kekurangannya sebagai bagian dari karakter. Andai bisa saya perbaiki, ya saya perbaiki. Kalau tidak, yaa sudah, inilah saya.
Dari menerima diri, pada akhirnya timbul rasa mencintai dan menghargai diri sendiri. Percaya diri seakan berjalan seiring kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan diri kita. Menerima diri memberikan kedamaian dihati, karena saya masih manusia. Saya tidak bisa menjadi orang yang sempurna, karena saya masih membutuhkan orang lain untuk melengkapi hidup saya.
Saya lebih memilih untuk menerima diri, ketimbang memaksakan diri untuk meningkatkan rasa percaya diri. Kalau kamu?
Comments
Post a Comment